Study Teknologi Pertahanan II

IMPLEMENTASI RESEARCH AND DEVELOPMENT

GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ALUT SISTA

DALAM RANGKA TERWUJUDNYA

STRATEGI PEMBANGUNAN INDUSTRI PERTAHANAN STRATEGIS

A Strategic Intelligence Study by JA Pinora

I.       PENDAHULUAN.

1.       Latar Belakang.

Perkembangan teknologi dalam bidang militer dan pertahanan di seluruh dunia dipengaruhi oleh penemuan – penemuan baru dalam bidang sensor panas / infra merah dan sirkuit terpadu (Integrated Circuit / IC / Chip), hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan sensor yang digunakan semakin hari semakin lebih peka, dan dimensi persenjataan yang digunakan juga semakin hari semakin kecil, namun memiliki daya hancur yang lebih besar.

Pemakaian sensor dan sirkuit terintegrasi dengan sistem persenjataan, pada akhirnya mempunyai peran yang signifikan dalam mengidentifikasi perangkat tempur lawan yang sedang digunakan, sehingga kemampuan deteksi yang semakin jauh dan semakin presisi ini akan membuat sasaran dapat secara cepat diketahui posisinya, dan selanjutnya dapat diluncurkan senjata penghancur yang tepat sesuai dengan dimensi sasaran.

Peralatan utama sistem persenjataan yang dimiliki setiap negara selalu diupgrade, diantaranya dengan kemampuan sensor untuk mengidentifikasi, mendeteksi dan dapat melesat dengan cepat untuk menghancurkan sasaran yang sesuai dengan harapan / diinginkan. Kemampuan sensor terbaru dan sirkuit terpadu yang terupgrade. juga akhirnya harus terintegrasi dengan sistem persenjataan modern yang telah terpasang, sehingga kemampuan perangkat persenjataan dapat ditingkatkan, hal ini juga meningkatkan pengaruh karena daya tawar yang dimiliki oleh angkatan bersenjata sebuah negara terhadap kebijakan negara lainnya.

Dengan demikian, diperlukan upaya yang sistematis dan sinergis berupa research and development (RND) oleh sebuah pemerintah, untuk mampu mengembangkan sensor dan sirkuit terpadu dalam sistem persenjataannya, agar dapat menciptakan terobosan dalam meningkatkan kemampuan militer dan pertahanannya, sehingga kebijakan dan kedaulatan negaranya dapat disegani pada kawasan tertentu.

2.       Permasalahan.

Berdasarkan uraian latar belakang yang dikemukakan diatas, maka dapat diformulasikan pokok masalah yang dituangkan dalam sebuah pertanyaan berikut ini: “BAGAIMANA IMPLEMENTASI RESEARCH AND DEVELOPMENT  (RND / PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN) GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ALUT SISTA DALAM RANGKA TERWUJUDNYA STRATEGI PEMBANGUNAN INDUSTRI PERTAHANAN”.

3.       Persoalan.

Adapun pokok persoalan dalam tulisan, dituangkan dalam pertanyaan berikut ini: Bagaimana peran PT. PINDAD, PT. PAL dan PT. Dirgantara Indonesia / PT. DI selaku BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dalam research and development peralatan utama sistem persenjataan, bagi angkatan bersenjata Republik Indonesia?.

4.       Ruang Lingkup.

Batasan tulisan ini merujuk pada serangkaian upaya research and development, guna meningkatkan kemampuan alut sista, dalam rangka terwujudnya strategi pembangunan industri pertahanan dan keamanan.

II.      PEMBAHASAN.

5.       Fakta – Fakta.

a.       Peran PT. Pindad (http://www.pindad.com).

1)      Ilmuwan yang bekerja di PT. Pindad mampu membuat persenjataan taktis dan statis.

2)      PT. Pindad melaksanakan kebijakan pembangunan industri pertahanan dan keamanan, untuk TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan POLRI (Kepolisian Negara Republik Indonesia).

3)      RND menggunakan bidang teknologi yang difokuskan untuk peningkatan kemampuan matra darat (TNI AD / Angkatan Darat).

b.      Peran PT. PAL (http://www.pal.co.id).

1)      Ilmuwan yang bekerja di PT. PAL mampu membuat kapal untuk patroli laut jarak pendek, menengah dan jauh.

2)      PT. PAL melaksanakan kebijakan pembangunan industri pertahanan dan keamanan, untuk TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan POLRI (Kepolisian Negara Republik Indonesia).

3)      RND menggunakan bidang teknologi yang difokuskan untuk peningkatan kemampuan matra laut (TNI AL / Angkatan Laut).

c.       Peran PT. Dirgantara Indonesia (http://www.indonesian-aerospace.com).

1)      Ilmuwan yang bekerja di PT. DI mampu membuat pesawat terbang sayap tetap (Fixed Wing) dan sayap putar (Helikopter), baik yang mampu digunakan untuk pesawat angkut ataupun pesawat tempur / surveillance.

2)      PT. DI melaksanakan kebijakan pembangunan industri pertahanan dan keamanan, untuk TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan POLRI (Kepolisian Negara Republik Indonesia).

3)      RND menggunakan bidang teknologi yang difokuskan untuk peningkatan kemampuan matra udara (TNI AU / Angkatan Udara).

6.       Analisa.

Teori yang digunakan dalam analisa pada tulisan ini adalah teori kemanfaatan teknologi informasi (TI), dimana menurut Thompson.et.al (1991;1994) kemanfaatan TI merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna TI dalam melaksanakan tugasnya.

a.       Peran PT. Pindad.

Sebagai salah satu BUMN yang mampu memproduksi alutsista pertahanan dan keamanan dalam negeri, PT. PINDAD dituntut untuk menunjukkan kemampuannya di tengah – tengah kondisi persaingan usaha pertahanan dan militer yang secara strategis menjadi tolok ukur keberhasilan putra – putri anak negeri, dalam mengimplementasikan teknologi dengan peralatan utama sistem persenjataan yang dimiliki oleh TNI dan POLRI.

Dalam konteks kemajuan teknologi yang disesuaikan dengan tantangan dan kondisi yang dihadapi oleh TNI – AD, maka fokus kemampuan teknologi yang akan dipasangkan dalam alut sista tersebut mempunyai titik berat pada persenjataan cerdas yang dapat digunakan dalam pertahanan pangkalan yang menggunakan battery rudal SAM (Surface To Air Missile, selama ini TNI AD menggunakan rudal Rapier buatan Inggris untuk pertahanan pangkalan dan serangan udara), dipasangkan pada pesawat helikopter serbu (Air To Surface Missile dan Air To Air Missile) dan dipasangkan pada pesawat sayap tetap (Air To Surface Missile dan Air To Air Missile). Adapun kemampuan persenjataan cerdas pada masa kini yang dapat digambarkan, adalah kemampuan mendeteksi adanya pesawat musuh / serangan senjata rudal musuh melalui sensor radar yang semakin maju dan kemampuan sistem pandu rudal, yang terintegrasi dengan rudal untuk menghancurkan sasaran / pesawat musuh / tank musuh.

Kemampuan persenjataan cerdas ini, dapat diterapkan apabila pengetahuan tentang sensor / radar dan sirkuit terpadu dapat dimiliki, serta kemudian ditingkatkan melalui RND yang ada, sehingga dalam beberapa waktu yang akan datang, sensor – sensor yang dimiliki oleh persenjataan yang telah ada dapat diupgrade menjadi yang terbarukan / mutakhir. Contohnya, ketika rudal yang pada awalnya tidak memiliki sensor panas / infra merah, akhirnya dapat dipasang dengan sensor tersebut, dimana dengan adanya sensor panas / infra merah tersebut, rudal dapat melakukan identifikasi pesawat / tank musuh yang telah teridentifikasi sebagai sasaran yang akan dihancurkan.

b.      Peran PT. PAL.

PT. PAL yang berpusat di Surabaya Jawa Timur, mempunyai peran strategis dalam kemandirian dan kemajuan alutsista maritim yang dimiliki oleh TNI AL dan POLRI, dimana dengan adanya penguasaan dalam bidang sensor / radar dan sirkuit terpadu, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan deteksi terhadap pesawat musuh, kapal atas air musuh dan kapal bawah air musuh.

Kemampuan yang perlu ditingkatkan, melalui penguasaan teknologi sensor / radar dan sirkuit terpadu, adalah untuk mendeteksi lebih jauh lagi keberadaan pesawat musuh yang berada di sekitar kapal perang TNI AL, sehingga dengan lebih jauh terdeteksinya musuh tersebut, dapat diantisipasi dengan tindakan peluncuran rudal SAM Laut (Sea To Air Missile) yang berada diatas kapal perang TNI AL (Selama ini rudal Mistral digunakan oleh kapal perang TNI AL dalam sistem pertahanan rudal anti pesawat).

Untuk pertempuran antar kapal atas air, penggunaan rudal anti kapal permukaan, menjadi bagian yang terintegrasi dalam sistem pertahanan rudal yang dimiliki oleh TNI AL, dimana penggunaan rudal Exocet (Buatan Perancis) dan Harpoon (Buatan Amerika Serikat) sangat dominan, karena kemampuan rudal ini dalam melesat sangat rendah diatas permukaan air, sehingga dapat terhindar dari radar musuh. Dalam perkembangannya, teknologi yang diusung dalam rudal SAM Laut juga ditambahkan teknologi anti jamming, sehingga rudal SAM Laut yang telah diluncurkan akan terus melesat mencari sasaran untuk dihancurkan. Hal ini tentunya akan mempersulit pihak musuh dalam menghindarkan serangan rudal tersebut. Teknologi anti jamming yang terpasang pada rudal, telah diterapkan oleh negara China yaitu rudal C-802. Dengan demikian, RND yang perlu dikembangkan dalam teknologi pertempuran alutsista maritim, juga masih berkutat pada teknologi sensor / radar dan pemakaian sirkuit terpadu di dalam rudal itu sendiri, sehingga RND sensor panas / infra merah sangat berpengaruh pada kemampuan alutsista maritim di jajaran kapal perang TNI AL.

Pada pertempuan yang melibatkan kapal bawah air, dapat digambarkan sebagai peperangan dengan menggunakan teknologi terkini, sebab pada perkembangannya, sensor kapal bawah air yang biasanya menggunakan SONAR (Sound Navigation And Ranging), dimana penggunaan pancaran suara dengan frekuensi tertentu dapat dimanfaatkan dalam mendeteksi keberadaan sebuah obyek bawah laut. Dalam perkembangannya pemakaian SONAR terbagi menjadi dua, yaitu secara aktif dan secara pasif, dimana aktif berarti kapal atas air (Kapal Permukaan) secara terus menerus memancarakan suara dalam frekuensi tertentu, untuk kemudian suara pantulannya akan didengarkan dan dianalisa, penentuan keberadaan obyek bawah laut itu berada, sedangkan pasif berarti bahwa kapal permukaan (Atas air) secara pasif hanya mendengarkan suara – suara yang berasal dari sekitar bawah lautnya.

Untuk pendeteksian kapal bawah air, biasanya digunakan teknik SONAR aktif dan SONAR pasif, namun pada penggunaan SONAR aktif cenderung malah memberitahukan posisi kapal perang tersebut, karena kapal selam lawan akhirnya dapat mengetahui posisi kapal perang kita. Terlebih lagi suara baling – baling kapal perang atas air sangat identik / signifikan. Dengan demikian, penggunaan dan penemuan ilmiah bidang teknologi sensor bawah laut, menjadi tantangan tersendiri bagi ilmuwan PT. PAL dalam menghadapi teknologi pertempuran di laut, karena pada dasarnya pertempuran laut merupakan pertempuran teknologi kekinian yang sangat ditentukan oleh kecepatan deteksi melalui sensor canggih atas keberadaan kapal perang / kapal selam lawan. Karena apabila kapal perang atas air terlambat dalam mengidentifikasi kapal selam lawan (Kapal bawah air), maka tidak ada lagi harapan bagi kapal atas air untuk memenangkan pertempuran. Karena saat ini, teknologi sistem pertahanan kapal selam selain dilengkapi torpedo pintar / torpedo cerdas, juga dilengkapi dengan sistem peluncuran rudal melalui tabung torpedo kapal selam, yang kemudian melesat ke udara untuk mencari dan menghancurkan kapal atas air / permukaan milik lawan.

Demikian juga sebaliknya, bagi kapal perang atas air, teknologi torpedo pintar dan bom laut juga harus terpasang di atas kapal perang tersebut, sebagai bagian dari strategi perang anti kapal selam, dimana kapal selam yang terdeteksi terlebih dahulu oleh SONAR aktif / pasif akan dihadapi dengan peluncuran torpedo pintar / torpedo cerdas dari kapal perang atas air, yang kemudian akan mengejar dan menghancurkan kapal selam lawan. Sedangkan torpedo cerdas itu sendiri, dapat digambarakan sebagai persenjataan bawah air yang dilengkapi dengan sensor suara (Sensor akustik) serta SONAR aktif di dalamnya.

Mengingat betapa maraknya penggunaan sensor untuk pertempuran laut tersebut, maka PT. PAL perlu mengembangkan kapal atas air yang mampu melaju dengan kecepatan yang tinggi dan mampu bermanuver dengan lincah diatas air, serta mampu mengusung sistem pertahanan persenjataan dan rudal yang terkini, sehingga tindakan penghindaran oleh kapal perang dapat berhasil dilaksanakan dan dibarengi dengan tindakan penyerangan. Sedangkan kapal atas air yang saat ini dimiliki oleh TNI AL, perlu terus didukung untuk mendapatkan pembaruan sistem pertahanan rudal dan persenjataan, guna dipersiapkan menghadapi pertempuran laut.

c.       Peran PT. Dirgantara Indonesia.

PT. DI yang selama ini memproduksi pesawat terbang sayap tetap dan pesawat terbang sayap putar, telah berhasil mengantongi lisensi pembuatan pesawat dan lisensi pembuatan spare part pesawat, dimana dengan adanya lisensi dari beberapa perusahaan terkemuka di dunia tersebut, menunjukkan adanya kepercayaan yang kuat terhadap penguasaan teknologi oleh putra – putri bangsa Indonesia, sehingga perlu terus dikembangkan apa yang telah selama ini berjalan / direncanakan PT. Dirgantara Indonesia / Pemerintah / BUMN. Pembangunan kekuatan TNI AU sebenarnya dapat dimulai dengan mengembangkan PT. DI, dimana hal ini sangat memerlukan keseriusan pemerintah, sebab kebutuhan dana yang besar sudah pasti tidak akan terhindarkan. Untuk menyikapi hal ini, dibutuhkan strategi bidang ekonomi dengan mulai mempromosikan secara gencar pesawat terbang buatan PT. DI di kancah internasional, diantaranya dengan cara – cara pemasaran / mengikutsertakan dalam pameran dan lobby – lobby ke berbagai negara.

Beberapa waktu yang lalu, PT. DI yang memang terimbas krisis ekonomi, sempat merumahkan banyak pegawai – pegawainya, lantaran kondisi aspek keuangan perusahaan. Dimana akibat dari peristiwa ini, banyak ilmuwan PT. DI yang akhirnya beralih kerja di luar negeri, sehingga saat ini dalam bidang RND masih membutuhkan waktu untuk rekrutmen tenaga – tenaga ilmuwan baru yang siap bekerja di PT. DI. Hal ini sangat memprihatinkan kita semua, oleh sebab itu pengembangan PT. DI yang sempat vakum beberapa waktu saat itu, harus dibangun kembali dengan strategi baru, sehingga dapat kembali menguntungkan bangsa dan negara.

RND yang dibutuhkan dalam memperkuat TNI AU melalui PT. DI, diantaranya dengan mengadakan riset kemampuan radar yang dimiliki oleh setiap stasiun radar di seluruh pos – pos radar yang tergabung dalam KOHANUDNAS TNI AU (Komando Pertahanan Udara Nasional), dimana RND harus mampu meningkatkan kemampuan radar pada setiap komando sektornya yang berada di Jakarta, Makassar, Medan dan Biak.

RND dalam bidang sensor radar, dinilai mempunyai peran yang signifikan dan strategis, karena kemampuan radar dalam mengidentifikasi setiap pesawat yang ada di sekitar wilayah udaranya. Walaupun jumlah pesawat tempur udara TNI AU masih terbatas, namun dengan adanya RND di bidang sensor radar, dapat meningkatkan kualitas deteksi yang akhirnya mampu mempunyai peran tersendiri di bidang pertahanan, bahkan dalam kancah internasional (Seperti kemampuan radar Singapura, yang mampu mendeteksi pesawat, ketika terjadi kecelakaan “Adam Air” di sekitar laut Sulawesi).

Salah satu upaya yang perlu dilakukan saat ini oleh adalah dengan mengintegrasikan radar – radar penerbangan sipil di seluruh Indonesia dengan radar milik TNI AU (Melalui KOHANUDNAS), dimana keuntungan dari upaya ini adalah mempercepat proses identifikasi secara elektronik terhadap pesawat asing yang terdeteksi di radar sipil dan radar TNI AU. Lalu dapat ditindak lanjuti dengan upaya pencegatan oleh pesawat tempur TNI AU, baik oleh pesawat tempur F-16, Sukhoi maupun dengan pesawat intai lainnya. Sehingga prioritas utama dalam RND dalam bidang radar adalah bagaimana caranya meningkatkan kemampuan radar yang telah dimiliki, untuk mendeteksi dan selanjutnya mengidentifikasi pesawat udara asing yang melintas di wilayah udara NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

7.       Strategi implementasi.

RND dalam bidang sensor / radar dan sirkuit terpadu sangat tergantung dari kecakapan pengetahuan ilmuwan – ilmuwan dari PT. PINDAD, PT. PAL dan PT. DI yang mana dapat menguntungkan dalam mengembangkan kemampuan deteksi dini alutsista milik TNI, sehingga dengan adanya peningkatan kemampuan deteksi ini, diharapkan mampu memenangkan pertempuran.

Sensor yang selama ini fenomenal untuk terus dipelajari dan dikembangkan adalah sensor panas / infra merah yang dapat mengidentikasi sumber panas dari sebuah mesin pesawat udara dan kapal laut, serta dari sumber panas rudal lawan itu sendiri. Beberapa negara maju berlomba – lomba dalam RND sensor ini, contoh terakhir yang diketahui adalah kemajuan negara Iran dalam menerapkan RND sensor panas / infra merah, dan berhasil dipasangkan dalam beberapa varian rudal yang dimiliki olehnya.

Secara garis besar, sistem pertahanan udara sebuah negara, sangat bergantung kepada kemampuan identifikasi keberadaan pesawat udara lawan / kapal perang lawan melalui pusat sensor radar yang terpasang di beberapa lokasi / tempat, dan terintegrasi dengan alut sista negara tersebut. Sehingga apabila identifikasi berhasil dilaksanakan, dan diputuskan bahwa sasaran tersebut adalah musuh yang harus dihancurkan, maka rudal dengan sensor panas / infra merah akan diluncurkan untuk menghancurkan sasaran. Pada kasus ini, diberikan contoh sistem pertahanan udara “IRON DOME / Kubah Besi” milik negara Israel, yang berhasil mencegat ratusan roket Hammas Palestina dan Hizbullah Lebanon, yang akan menghantam kota – kota besar di Israel, bahkan Amerika Serikat sendiri akhirnya memberikan bantuan bagi Israel dalam RND sistem pertahanan udara kubah besi milik Israel ini.

Dalam RND bidang sensor panas / infra merah dan sirkuit terpadu, memang masih membutuhkan perhatian pemerintah dalam bantuan dana, namun apabila hal ini sukses dilaksanakan, maka dapat meningkatkan kemampuan sistem pertahanan yang dimiliki oleh TNI saat ini, terlebih lagi akhirnya dapat diperdagangkan kepada pasaran internasional. Tentunya dipairing, pada roket LAPAN (Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional).

III.    PENUTUP.

8.       Kesimpulan.

a.       Kemandirian industri pertahanan dan keamanan sangat bergantung dengan sumber daya manusia yang dimiliki, oleh karena itu diperlukan ahli dan ilmuwan yang cakap dalam bidang penelitian dan pengembangan (RND) di Indonesia.

b.      RND yang berada di PT. PINDAD, PT. PAL dan PT. DI, dapat difokuskan pada bidang sensor panas / infra merah dan sirkuit terpadu serta radar, yang akan dipairing dengan peluru kendali / roket buatan dalam negeri dan atau wahana lainnya.

9.       Rekomendasi.

Melalui penelusuran kemampuan, minat dan bakat di seluruh universitas dalam negeri Indonesia, pemerintah diharapkan mampu menarik minat generasi muda Indonesia, agar selanjutnya dapat diterima bekerja di PT. PINDAD, PT. PAL dan PT. DI sebagai tenaga ahli dan ilmuwan RND yang berkualitas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s